Kabar duka menyelimuti sepak bola Indonesia. Pelatih senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis (3/9/2026) pagi. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga besar sepak bola nasional setelah puluhan tahun mengabdikan diri sebagai pemain maupun pelatih.

Kabar meninggalnya Iwan Setiawan dikonfirmasi oleh rekan sesama pelatih, Rudy Eka Priyambada, melalui media sosial. Rudy mengenang Iwan sebagai sosok senior yang jujur, apa adanya, dan menjadi salah satu panutan dalam perjalanan karier kepelatihannya.

Pertemuan Terakhir yang Kini Jadi Kenangan

Ada cerita mengharukan di balik ucapan perpisahan Rudy Eka.

Rudy mengungkap dirinya baru bertemu Iwan dalam kegiatan National Football Philosophy di Yogyakarta. Tak disangka, pertemuan tersebut kemudian menjadi perjumpaan terakhir keduanya.

Dalam pesan dukanya, Rudy menyampaikan terima kasih kepada Iwan yang telah menjadi salah satu panutan dalam perjalanan kariernya sebagai pelatih sepak bola.

Kepergian Iwan pun dengan cepat mengundang ucapan belasungkawa dari lingkungan sepak bola nasional.

Hampir Tiga Dekade Menjadi Pelatih

Iwan Setiawan merupakan salah satu figur yang sangat familiar bagi penggemar sepak bola Indonesia.

Pria kelahiran Medan, 5 Juli 1958 tersebut mempunyai perjalanan panjang di lapangan hijau. Sebelum dikenal sebagai pelatih, Iwan terlebih dahulu menjalani karier sebagai pemain.

Setelah beralih ke dunia kepelatihan, perjalanan panjangnya dimulai pada era 1990-an dan kemudian membawanya menangani berbagai klub di Indonesia.

Persija Jakarta, PSMS Medan, Borneo FC, Persela Lamongan hingga Persebaya Surabaya merupakan beberapa nama besar yang pernah berada di bawah arahannya.

Pernah Menangani Persija hingga Persebaya

Nama Iwan Setiawan memiliki hubungan panjang dengan Persija Jakarta. Ia pernah berada di lingkungan pembinaan pemain muda Macan Kemayoran sebelum kemudian mendapatkan kesempatan menangani tim senior.

Kariernya terus berlanjut dengan menangani berbagai klub dari satu daerah ke daerah lainnya.

Iwan pernah menukangi PSMS Medan, Borneo FC, Persela Lamongan, Persebaya Surabaya, Persibo Bojonegoro dan sejumlah klub lainnya.

Ia juga pernah mendapat kepercayaan menangani Timnas Indonesia kelompok umur.

Bawa Borneo FC Menjadi Juara

Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Iwan terjadi bersama Borneo FC.

Ia menjadi bagian penting ketika klub asal Samarinda tersebut menjuarai kasta kedua sepak bola Indonesia pada 2014.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu catatan besar dalam perjalanan kepelatihannya sekaligus membantu Borneo naik ke level tertinggi sepak bola nasional.

Pelatih dengan Karakter Kuat

Iwan Setiawan bukan hanya dikenal karena perjalanan panjangnya dari satu klub ke klub lainnya.

Ia juga merupakan salah satu pelatih lokal dengan karakter yang sangat kuat.

Iwan dikenal berani berbicara terbuka mengenai sepak bola. Pernyataannya menjelang maupun setelah pertandingan tak jarang menjadi headline media.

Gaya komunikasi yang lugas serta keberaniannya memainkan perang psikologis bahkan membuatnya pernah mendapatkan julukan “Jose Mourinho Indonesia”.

Karakter tersebut membuat sosok Iwan sulit dilepaskan dari perjalanan kompetisi sepak bola nasional selama bertahun-tahun.

Sriwijaya FC Jadi Bagian Akhir Perjalanannya

Hingga menjelang akhir perjalanan hidupnya, Iwan masih berada dekat dengan sepak bola.

Pada musim 2025/2026, ia menangani Sriwijaya FC di kompetisi Championship.

Bahkan pada April 2026, Iwan masih mendampingi Sriwijaya FC ketika berhadapan dengan PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara.

Fakta tersebut menunjukkan bagaimana sepak bola tetap menjadi bagian besar dalam kehidupannya hingga periode terakhir.

Sepak Bola Indonesia Kehilangan Salah Satu Figur Senior

Kepergian Iwan Setiawan bukan hanya menjadi kehilangan bagi klub-klub yang pernah dilatihnya.

Hampir tiga dekade berada di dunia kepelatihan membuatnya menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola profesional Indonesia.

Dari Persija hingga Persebaya, dari Medan hingga Samarinda, Iwan meninggalkan cerita di berbagai tempat yang pernah menjadi bagian perjalanan kariernya.

Ia juga menjadi mentor dan panutan bagi sejumlah pelatih generasi berikutnya.

Kini perjalanan panjang tersebut telah berakhir. Iwan Setiawan meninggal dunia pada Kamis pagi, 3 September 2026, dalam usia 68 tahun.

Selamat jalan, Coach Iwan Setiawan. Terima kasih atas dedikasi dan perjalanan panjang untuk sepak bola Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *