JAKARTA — Persiapan Persija Jakarta menyambut musim 2026/2027 diwarnai polemik. The Jakmania mengambil sikap untuk memboikot agenda peluncuran tim sekaligus pertandingan uji coba internasional Persija melawan Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (29/8/2026).
Persoalan harga tiket menjadi pemicu utama. The Jakmania menilai harga yang ditetapkan untuk sejumlah kategori mengalami kenaikan dan tidak sesuai dengan aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada manajemen.
Shin Tae-yong Buka Suara soal Boikot Jakmania
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya memberikan tanggapan mengenai situasi tersebut. Pelatih asal Korea Selatan itu mengaku baru mengetahui adanya keputusan boikot sehingga tidak ingin memberikan penilaian terlalu jauh mengenai persoalan antara kelompok suporter dan manajemen.
Namun, Shin Tae-yong menegaskan pentingnya keberadaan suporter bagi sebuah klub. Ia berharap hubungan Persija dan The Jakmania dapat terus dibangun dengan baik karena dukungan suporter merupakan salah satu fondasi penting dalam perjalanan sebuah tim sepak bola.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Shin Tae-yong berharap persoalan yang sedang terjadi dapat menemukan jalan keluar tanpa mengganggu hubungan jangka panjang antara Persija dan pendukungnya.
Kenapa The Jakmania Memilih Boikot?
Keputusan boikot muncul setelah pembicaraan mengenai harga tiket belum menghasilkan titik temu yang diharapkan.
Untuk alokasi tertentu kepada The Jakmania, tiket kategori 2 tier 1 disebut berada pada harga Rp150.000, sedangkan kategori 2 tier 2 sebesar Rp130.000. Kelompok suporter menilai kenaikan harga tiket dapat semakin membebani pendukung yang rutin datang ke stadion.
Persoalan tersebut kemudian berkembang menjadi lebih dari sekadar harga satu pertandingan. The Jakmania juga menyampaikan aspirasi mengenai kebijakan tiket pertandingan kandang Persija pada musim kompetisi mendatang.
Persija Hormati Keputusan The Jakmania
Manajemen Persija memilih menghormati keputusan kelompok suporternya. Kuota tiket yang sebelumnya dialokasikan kepada pemegang KTA atau melalui PP The Jakmania kemudian dialihkan ke penjualan umum.
Langkah tersebut membuka kesempatan kepada pendukung lain yang tetap ingin menyaksikan pertandingan Persija melawan Brisbane Roar secara langsung di JIS.
Di sisi lain, situasi ini memperlihatkan pentingnya komunikasi antara klub dan kelompok suporternya, terlebih Persija merupakan salah satu klub Indonesia dengan basis pendukung terbesar.
Rizky Ridho Ikut Berharap Situasi Segera Membaik
Kapten Persija, Rizky Ridho, juga menanggapi polemik tersebut. Ia tidak ingin masuk terlalu jauh ke persoalan manajemen dan suporter, tetapi berharap kedua pihak dapat menemukan solusi terbaik.
Bagi pemain, keberadaan The Jakmania mempunyai arti penting. Dukungan dari tribun menjadi salah satu elemen yang selama ini identik dengan pertandingan kandang Macan Kemayoran.
Ujian Awal Persija Sebelum Super League 2026/2027
Polemik ini datang ketika Persija sedang memasuki tahap akhir persiapan menghadapi musim baru.
Skuad Shin Tae-yong sebelumnya menjalani pemusatan latihan di Thailand pada 10–23 Agustus 2026. Fokus utama selama program tersebut adalah meningkatkan kondisi fisik pemain sebelum memasuki kompetisi resmi.
Pertandingan menghadapi Brisbane Roar kemudian digunakan untuk mengevaluasi perkembangan kondisi fisik, penerapan taktik, serta kekuatan tim secara keseluruhan.
Karena itu, laga di JIS sebenarnya mempunyai arti penting bagi Shin Tae-yong. Selain menjadi pertandingan pramusim, malam tersebut juga menjadi momentum Persija memperkenalkan skuad untuk musim 2026/2027.
Hubungan Persija dan Jakmania Kini Jadi Sorotan
Hasil pertandingan melawan Brisbane Roar tentu penting, tetapi penyelesaian polemik antara klub dan suporternya bisa memiliki dampak yang jauh lebih panjang.
Persija membutuhkan atmosfer kandang yang kuat ketika kompetisi dimulai. Sebaliknya, The Jakmania menginginkan kebijakan tiket yang dianggap tetap memberikan akses luas kepada pendukung untuk hadir di stadion.
Karena itu, tercapainya komunikasi dan solusi yang dapat diterima kedua pihak akan menjadi salah satu pekerjaan penting Persija menjelang dimulainya Super League 2026/2027.
Sumber informasi: ANTARA dan detikSport.