LIVERPOOL — Liverpool kembali gagal meraih kemenangan pada awal Premier League 2026/2027. Bermain di Anfield pada Sabtu, 29 Agustus 2026, The Reds harus puas berbagi angka setelah ditahan Nottingham Forest dengan skor 2-2.
Hasil ini membuat Liverpool mencatat dua hasil imbang 2-2 secara beruntun dalam dua pertandingan pertama mereka di liga musim ini. Sebelumnya, The Reds juga bermain 2-2 ketika bertandang ke markas Newcastle United.
Lebih mengkhawatirkan lagi, Liverpool sudah kebobolan empat gol dari dua pertandingan tersebut. Era baru di bawah Andoni Iraola pun langsung mendapat ujian besar.
Nottingham Forest Bungkam Anfield Lebih Dulu
Liverpool sebenarnya tampil dengan sejumlah pemain bintang sejak menit pertama. Alexander Isak, Florian Wirtz, Cody Gakpo, Dominik Szoboszlai hingga Alexis Mac Allister masuk dalam susunan pemain utama.
Namun Nottingham Forest justru mampu memberikan ancaman serius dan membuka keunggulan pada menit ke-24.
Dan Ndoye menjadi pemain yang menghukum pertahanan Liverpool. Serangan Forest yang berawal dari bola panjang kiper Matz Sels akhirnya menghasilkan peluang di kotak penalti sebelum Ndoye menyelesaikannya menjadi gol.
Liverpool sempat mengira berhasil menyamakan kedudukan melalui Florian Wirtz. Namun gol tersebut dianulir setelah pemeriksaan VAR karena Jeremie Frimpong berada dalam posisi offside pada proses serangan.
Forest bahkan hampir memperbesar keunggulan sebelum turun minum. Liverpool membutuhkan penyelamatan penting Alisson untuk menjaga skor tetap 0-1.
Alexander Isak Akhirnya Pecah Kebuntuan
Liverpool meningkatkan tekanan setelah jeda dan akhirnya mendapatkan gol yang mereka cari pada menit ke-60.
Cody Gakpo berhasil melewati Neco Williams sebelum mengirim umpan mendatar berbahaya ke depan gawang.
Alexander Isak berada di posisi yang tepat untuk menyambar bola dari jarak dekat dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi momen penting bagi Isak setelah penyerang Swedia itu menjalani periode yang tidak mudah bersama Liverpool.
Namun momentum Liverpool tidak bertahan lama.
Gibbs-White Bawa Forest Memimpin Lagi
Hanya sekitar sepuluh menit setelah gol Isak, Liverpool kembali tertinggal.
Forest memanfaatkan lemparan ke dalam cepat yang membuat pertahanan tuan rumah tidak siap. Neco Williams kemudian dijatuhkan Alisson di dalam kotak penalti.
Wasit menunjuk titik putih dan Morgan Gibbs-White menjalankan tugasnya dengan baik untuk membawa Nottingham Forest kembali unggul 2-1 pada menit ke-70.
Gol tersebut menjadi pukulan besar bagi Liverpool yang sedang berusaha membangun momentum.
Victor Munoz Selamatkan Liverpool dari Kekalahan
Ketika Liverpool semakin dekat dengan kekalahan pertama musim ini, Victor Munoz muncul sebagai penyelamat.
Pemain asal Spanyol yang mendapatkan kesempatan menjadi starter tersebut melepaskan penyelesaian keras pada menit ke-82. Bola sempat mengenai pemain Forest sebelum menghantam bagian bawah mistar dan masuk ke gawang.
Skor berubah menjadi 2-2.
Liverpool masih mencoba memburu gol kemenangan. Dominik Szoboszlai bahkan mendapatkan peluang melalui tendangan bebas pada menit-menit akhir, tetapi bola melintas tipis di samping gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tidak berubah.
Dua Pertandingan, Empat Gol Kebobolan
Hasil di Anfield memberikan satu catatan yang sulit diabaikan.
Liverpool sudah mencetak empat gol dalam dua pertandingan Premier League, tetapi pada saat bersamaan mereka juga kebobolan empat kali.
Pola kedua pertandingan pun hampir serupa. Liverpool harus mengejar ketertinggalan dan menunjukkan kemampuan untuk bangkit, tetapi belum mampu mengontrol pertandingan secara konsisten.
Melawan Forest, Liverpool bahkan tertinggal dua kali sebelum akhirnya menyelamatkan satu poin.
Kemampuan bangkit tentu menjadi sisi positif. Namun bagi tim dengan ambisi bersaing di papan atas, terus-menerus berada dalam posisi mengejar lawan jelas bukan situasi ideal.
Andoni Iraola Belum Rasakan Kemenangan
Hasil ini juga membuat Andoni Iraola masih menunggu kemenangan pertamanya di Premier League sebagai pelatih Liverpool.
Pertandingan melawan Nottingham Forest merupakan laga liga pertama Iraola di Anfield sejak mengambil alih kursi pelatih Liverpool.
Alih-alih merayakan kemenangan bersama pendukung sendiri, ia harus melihat timnya kembali kehilangan dua poin.
Iraola mengakui Liverpool tidak tampil cukup baik pada babak pertama. Pelatih asal Spanyol tersebut juga menyoroti masalah intensitas dan kontrol permainan yang membuat Forest mampu memberikan tekanan.
Ada pula insiden menjelang penalti Forest. Iraola bermaksud melakukan pergantian pemain, tetapi proses tersebut tertunda karena persoalan pada papan elektronik ofisial keempat. Sebelum pergantian dapat dilakukan, Forest melakukan serangan cepat yang berujung penalti.
Pertahanan Liverpool Mulai Jadi Sorotan
Dua pertandingan memang masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan mengenai perjalanan satu musim penuh. Namun empat gol yang masuk ke gawang Liverpool memberikan peringatan awal.
Masalahnya bukan sekadar jumlah gol yang kebobolan.
Liverpool beberapa kali terlihat kesulitan menghadapi permainan langsung Forest, transisi cepat, serta situasi ketika struktur pertahanan mereka belum terbentuk sempurna.
Forest bahkan mempunyai kesempatan untuk membuat Liverpool berada dalam situasi yang jauh lebih sulit pada babak pertama.
Jika pola tersebut terus muncul ketika menghadapi tim dengan kualitas serangan lebih tinggi, Iraola perlu menemukan solusi dengan cepat.
Isak dan Munoz Jadi Sisi Positif
Di tengah hasil mengecewakan, Liverpool tetap mendapatkan dua kabar positif dari sektor serangan.
Alexander Isak berhasil membuka rekening golnya musim ini, sementara Victor Munoz mencetak gol Premier League pertamanya untuk Liverpool.
Munoz bahkan menjadi salah satu pemain paling menentukan karena golnya menyelamatkan Liverpool dari kekalahan di kandang sendiri.
Kedua pemain tersebut dapat menjadi bagian penting dari proyek baru Liverpool apabila lini serang semakin menemukan chemistry dalam sistem Iraola.
Liverpool Belum Krisis, tetapi Lampu Peringatan Sudah Menyala
Menyebut Liverpool berada dalam krisis setelah hanya dua pertandingan tentu terlalu dini. Musim masih sangat panjang dan proses adaptasi terhadap sistem pelatih baru membutuhkan waktu.
Namun dua hasil imbang berturut-turut memberikan peringatan dini.
Liverpool memiliki kualitas individu yang sangat tinggi, tetapi keseimbangan antara menyerang dan bertahan masih perlu diperbaiki. Mereka mampu mencetak gol ketika tertinggal, tetapi juga terlalu mudah memberikan kesempatan kepada lawan.
Dua pertandingan, dua hasil imbang, empat gol tercipta dan empat gol kebobolan.
Untuk tim dengan target besar di Premier League, angka tersebut belum cukup.
Andoni Iraola kini memiliki pekerjaan penting: mempertahankan daya ledak serangan Liverpool sambil membuat The Reds jauh lebih sulit ditembus.
Jika tidak segera diperbaiki, dua hasil imbang di awal musim bisa berubah dari sekadar proses adaptasi menjadi masalah yang jauh lebih serius dalam persaingan Premier League 2026/2027.